TUJUAN SEKOLAH

Tujuan yang yang ingin dicapai dalam proses belajar mengajar di SMA Negeri 1 Balen, Bojonegoro terbagi menjadi dua jenis. Yakni tujuan jangka pendek dan tujuan jangka menengah. Berikut tujuan yang akan kami capai.

1. TUJUAN JANGKA MENENGAH SMA NEGERI 1 BALEN (TAHUN 2010 – 2014)

Berdasarkan Visi dan Misi, maka SMA Negeri 1 Balen merumuskan tujuan yang ingin dicapai dalam jangka waktu 4 tahun sampai dengan tahun 2014 yaitu antara lain :

  1. Rata – rata NUN mencapai minimal 5,50.
  2. Proporsi lulusan yang diterima di SPMB dan PMDK minimal 20 %.
  3. Daya serap siswa ulangan umum rata – rata 70 %.
  4. Menjadi Finalis Olimpiade Sains Nasional tingkat Kabupaten.
  5. Memiliki tim Olah Raga minimal 2 cabang dan mampu menjadi Finalis tingkat Kabupaten.
  6. Memiliki kelompok KIR dan mampu menjadi Finalis tingkat Propinsi.
  7. Memiliki tim kesenian yang mampu tampil pada tingkat Kabupaten.
  8. Memiliki Gugus Depan Pramuka yang mampu tampil pada tingkat Kabupaten.
  9. Tersedianya ruang kelas sebagai sarana belajar yang representatif
  10. Tersedianya laboratorium IPA (Fisika, Kimia, dan Biologi) dan Komputer.
  11. Tingkat kedisiplinan meningkat dengan presentase ketidakhadiran baik siswa maupun guru maksimal 1 %.
  12. Lulusan terampil Komputer program Microsoft Office minimal 60 %.

2. TUJUAN JANGKA PENDEK SMAN 1 BALEN (TAHUN PELAJARAN 2010 -2011)

Dengan tujuan tersebut diatas yang ingin dicapai dalam jangka waktu 4 tahun, maka untuk merealisasikannya perlu adanya sasaran atau target dalam jangka waktu 1 tahun, yaitu tahun ajaran 2010/2011 antara lain :

  1. Daya serap siswa ulangan umum rata – rata 65 %.
  2. Menjadi Finalis Olimpiade Sains Nasional tingkat Kabupaten.
  3. Memiliki tim olah raga minimal 2 cabang dan mampu menjadi Finalis tingkat Kabupaten.
  4. Memiliki kelompok KIR dan mampu menjadi peserta tingkat Kabupaten.
  5. Memiliki tim kesenian yang mampu tampil pada tingkat Kabupaten.
  6. Memiliki Gugus Depan Pramuka yang mampu tampil pada tingkat Kabupaten.
  7. Tersedianya Ruang kelas yang lebih representative.
  8. Tingkat kedisiplinan meningkat dengan presentase ketidakhadiran baik siswa maupun guru maksimal 1 %.